Sejauh Mana Keputihan Saat Hamil Dianggap Wajar?

Keputihan saat hamil tidak memandang berapa usia kehamilan Anda. Bisa muncul pada awal kehamilan atau trimester pertama, trimester kedua maupun trimester ketiga menjelang persalinan. Ini artinya, keputihan bukan hal baru bagi kehamilan. Yang sering khawatir adalah mereka yang baru pertama kali hamil, padahal keputihan dengan kondisi tertentu normal terjadi. Untuk mengetahui bahwa keputihan yang Anda alami adalah normal, Anda harus tahu tanda-tandanya yang muncul pada trimester awal, kedua atau akhir. 

Informasi berikut ini akan memberitahu Anda cara mengetahui keputihan normal. Jika tidak sesuai dengan tanda yang Anda temui, Anda bisa menyimpulkan bahwa keputihan tersebut abnormal.

Keputihan saat hamil
 

Keputihan Saat Hamil, Mengapa Keputihan Wajar?

Begitu pembuahan di dalam tubuh Anda berhasil, maka sejak saat itu, bisa dikatakan Anda sudah mengawali kehamilan Anda. Keputihan saat hamil diawali ketika tubuh Anda merespon terjadinya pembuahan. Salah satu bentuknya adalah produksi hormon progesteron. Hormon ini akan bersiap menyambut tumbuhnya janin dengan cara diproduksi dalam jumlah banyak. 

Akibatnya, aliran darah pun mengalir lebih cepat dari biasanya khususnya di area kewanitaan Anda. Hal ini berefek pada jumlah cairan yang diproduksi di dalam vagina juga meningkat drastis. Sebab itulah keputihan itu muncul di waktu Anda hamil. 

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keputihan wajar terjadi karena respon tubuh secara alami. Namun, seiring kehamilan yang semakin tua, kondisi area kewanitaan menjadi sering lembap. Faktor kelembapan inilah yang justru Anda perlu waspadai.

 

Kelembapan, Faktor Pemicu Keputihan Tak Normal

Keluarnya cairan dalam jumlah banyak tanpa Anda sadari menciptakan kondisi dimana kuman, bakteri dan jamur tumbuh dan berkembang di vagina Anda. Jamur dan bakteri tidak akan tumbuh jika vagina Anda kering. Cairan menciptkan kelembapan dan akan menjadi masalah bagi Anda jika Anda tidak bisa mengenalinya. 

Keputihan saat hamil sebagai hal tidak normal sebenarnya sangat mudah dikenali. Jika vagina Anda kering, maka cairan yang keluar sebagai keputihan berwarna bening atau kecoklatan dalam jumlah yang wajar dan tidak disertai dengan bau busuk atau tidak sedap, dan juga gatal atau bentol pada bibir vagina. Sebaliknya, jika vagina Anda lembap, jamur dan bakteri akan tumbuh dengan subur dan akibatnya, cairan yang keluar memiliki ciri khas tertentu. 

Lendir atau cairan tidak lagi bening tapi bisa saja berwarna putih susu. Selain itu, Anda akan menemui bau yang tidak sedap dari keputihan Anda dan disertai dengan gatal atau bentol pada bibir vagina. Jika cairan ini mengenai pakaian dalam Anda, akan menimbulkan bekas. 

Jadi, keputihan saat hamil bisa menjadi masalah jika vagina lembap. Yang harus Anda lakukan adalah menghindari kelembapan dengan cara berikut ini.

 

Menjaga Vagina Tetap Kering

Agar keputihan ini tidak berlanjut menimbulkan masalah lebih serius, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar vagina Anda tetap kering saat keputihan terjadi. 

Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan area kewanitaan dengan membersihkan dan mengeringkan area kewanitaan dengan kain setelah mandi atau buang air. Jika Anda menggunakan panty liner, usahakan untuk menggantinya sesering mungkin agar area kewanitaan tidak terlalu lembap. Memakai pakaian dalam dari bahan katun yang mudah menyerap cairan juga sangat penting agar vagina Anda tetap kering sepanjang waktu. 

Itulah beberapa poin yang perlu Anda perhatikan agar Anda terhindar dari keputihan tak normal saat hamil. Masalah serius mungkin terjadi jika Anda tidak memperhatikan tanda-tanda keputihan saat hamil.

0 Response to "Sejauh Mana Keputihan Saat Hamil Dianggap Wajar?"

Posting Komentar